Pelaksanaan Tanggap Darurat Bencana di Aia Angek Kab. Tanah Datar


Posted on Tuesday, 23 April 2024 | by : Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (Admin SDA BK) | 119 kali dibaca


Pelaksanaan Tanggap Darurat Bencana di Aia Angek Kab. Tanah Datar

Dinas SDABK melakukan kegiatan Tanggap Darurat akibat banjir bandang yang berasal dari lahar dingin Gunung Marapi di Nagari Aia Angek Kec. X Koto Kab. Tanah Datar pada 5 April 2024. Dimana galodo tersebut menyebabkan terganggunya fungsi gorong-gorong yang melintasi jalan Nasional di lokasi tersebut.

Pada hari minggu tanggal 7 April 2024 Dinas SDABK melakukan pekerjaan tanggap darurat menggunakan 2 (dua) alat berat excavator dari Dinas SDABK dan UPTD Balai SDABK Wilayah Utara dengan melakukan pembersihan sedimen lahar dingin gunung Marapi, batang-batang pohon, bambu dan material lainnya yang menyebabkan terjadinya penyumbatan pada gorong-gorong yang melintasi Jalan Nasional. Hal ini bertujuan untuk membentuk kembali badan sungai pada daerah hulu aliran dan mengembalikan fungsi gorong-gorong. Kondisi saat kejadian adalah sedimen dan material galodo yang menutup gorong-gorong dan badan sungai menyebabkan terjadinya luapan air ke badan jalan sehingga mengganggu aktivitas lalu-lintas yang melalui jalan tersebut yang juga bertepatan dengan puncak arus mudik.

Kondisi hingga saat ini Jum’at tanggal 19 April 2024, masih dilakukan pekerjaan tanggap darurat dimana saat ini sedimen dan material galodo pada gorong-gorong telah berhasil dibersihkan, dan melanjutkan pembentukan kembali badan sungai pada daerah hulu aliran.

Alhamdulillah pada hari Minggu tanggal 21 April 2024, kerja keras Tim tanggap darurat bencana Dinas SDABK Provinsi Sumatera Barat dan berkat kerjasama seluruh pihak terkait (BWSS V, BPJN Sumbar, Pemda Tanah Datar, Polres Tanah Datar, Polsek X Koto dan Kodim Tanah Datar) di Nagari Aia Angek, Kec. X Koto Kab. Tanah Datar tepatnya di Kelok Hantu dalam mengembalikan fungsi gorong-gorong yang melintasi jalan nasional telah berhasil.
Air sungai kini telah dapat mengalir dengan lancar dari hulu aliran menuju hilir melewati gorong-gorong, sehingga mengurangi risiko gerusan terhadap tanah pada badan jalan.